OpenGL & DirectX



OpenGL and DirectX

            OpenGL pertama kali dikeluarkan oleh Silicon Graphics Inc. (SGI) pada tahun 1994, OpenGL menjadi grafik API 3D yang terbaik untuk saat itu. Bersamaan dengan itu perusahaan Microsoft mengeluarkan grafik API 3D yang lain yang ingin menyaingi OpenGL yaitu Direct3D.  pada Tahun ini Microsoft belum berhasil dalam menyaingi OpenGL karena para developer game masih banyak menggunakan OpenGL.  Dengan keluarnya DirectX (produk Microsoft) yang menggantikan Direct3D dan dengan keluarnya DirectX 5 maka akhirnya Microsoft dapat menyaingi OpenGL.
            Tahun 2001 adalah titik balik dari Microsoft dengan DirectX 8, merubah pemikiran para developer game untuk menggunakan DirectX 8 dan berpikir bahwa DirectX 8 merupakan masa depan untuk gamers. DirectX 8 ini dapat digunakan pada “simple PC” berbedan dengan SGI dengan OpenGLnya yang harus menggunakan “high-end PC”. Microsoft dengan DirectXnya tidak hanya sampai disitu Microsoft meneluarkan update-update terbaru yaitu DirectX 9, DirectX 10 dan DirectX 11, berbeda dengan OpenGL yang kelihatan semakin terpuruk pada tahun 2005.  Namun pada masa memasuki 21th century OpenGL mulai bangkit kembali dan digunakan untuk C++ menggunakan shader language yang disebut dengan GLSL(GL Shader Language). Akhirnya OpenGL berkembang terus hingga update menjadi OpenGL 3.0.
Dibawah ini adalah table mengenai Features yang ada pada OpenGL dan DirectX

Feature:
OpenGL
DirectX
Vertex Blending
N/A
Yes
Multiple Operating Systems
Yes
No
Extension Mechanism
Yes
Yes
Development
Multiple member Board
Microsoft
Thorough Specification
Yes
No
Two-sided lighting
Yes
No
Volume Textures
Yes
No
Hardware independent Z-buffers
Yes
No
Accumulation buffers
Yes
No
Full-screen Antialiasing
Yes
Yes
Motion Blur
Yes
Yes
Depth of field
Yes
Yes
Stereo Rendering
Yes
No
Point-size/line-width attributes
Yes
No
Picking
Yes
No
Parametric curves and surfaces
Yes
No
Cache geometry
Display Lists
Vertex Buffers
System emulation
Hardware not present
Let app determine
Interface
Procedure calls
COM
Updates
Yearly
Yearly
Source Code
Sample
SDK Implementation


Sumber:

RGB vs CMYK Color



Pada saat seseorang akan melakukan printing, gambar dari kamera digital adalah kesalahan yang umum yang sering dilakukan, yaitu mengasumsikan bahwa warna gambar yang terlihat dilayar akan sama persis dengan warna hasil cetakan nanti. Itu disebabkan karena format warna pada kamera digital RGB (Red, Green, Blue) namun pada saat di cekat di kertas format warna menjadi CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).  Kadang dalam proses conversi dari RGB ke CMYK sehingga terlihat seperti pada gambar digital namun kadang juga dapat terjadi masalah.

RGB Color Mode
RGB adalah warna yang biasa digunakan pada LCD monitor, digital kamera dan scanners. Ini adalah dasar pada warna dengan mengkombinasikan warna ini pada tingkat yang lain maka akan mendapatkan warna yang berbeda. Namun jika warna ini dikombinasikan dengan “their full extent” pada setiap warna maka akan menghasilkan warna putih (pure white).  Dan ketika ketiga warna ini dikombinasikan pada “lowest degree” maka akan menghasilkan warna hitam.

CMYK Color Mode
CMYK adalah warna yang biasa digunakan oleh “printers print color” ke kertas.  Ini merupakan 4 kombinasi warna.  Pada saat tiga warna pertama yaitu CMY digabungkan tidak menghasilkan warna hitam tetapi coklat yang sangat tua.  Warna K yaitu hitam dalam CMYK, digunakan untuk menghilangkan “light” pada foto print, sehingga kita menyangka warna yang dihasilkan benar warna hitam.

Tutorial Lengkap Hosting Website Gratis Dengan Gambar

Hallo Guys.. sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali saya melakukan posting di blogger ini... kalau saya tidak salah terakhir saya ...